3/07/2016

Memperbaiki Browser Yang Dibajak/Hijacked


Pada kehidupan saat ini di mana internet menjadi sebuah kebutuhan maka peran browser menjadi sangat besar. Penggunaan browser yang sudah menjadi kebiasaan ditambah dengan berbagai macam fitur tambahan seperti plugin semakin menjadi satu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam  berselancar di suni maya. Hal ini sudah jelas bisa menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan tujuan untuk mencari keuntungan atau sekedar merusak, browser dapat dieksploitasi sehingga penggunaannya dapat berakibat fatal bagi pengguna. Bukan masalah apabila komputer yang digunakan tidak menyimpan data-data penting atau tidak digunakan untuk login ke website yang menyimpan data-data pribadi dari pengguna. Eksploitasi ini bisa berupa malware atau junkware yang terpasang secara otomatis saat pengguna melakukan instalasi aplikasi tertentu dari internet. Program jahat seperti ini biasa ditemukan di halaman-halaman website download gratis yang mengandung banyak jebakan tombol download palsu. Pengguna yang tidak jeli biasanya langsung membuka file hasil download yang biasanya berekstensi ‘exe’. Bisa juga terpasang karena tidak membaca option (pilihan) instalasi dengan langsung mengklik tombol next sehingga semua program tambahan yang sifatnya optional juga ikut terpasang. 

Ciri-ciri browser yang sudah dieksploitasi/hijacked
Browser yang sudah tereksploitasi biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Toolbar dipenuhi dengan shortcut yang tidak dibuat oleh pengguna
  • Halaman awal (homepage) diarahkan ke website semacam search engine yang tidak biasa (asing). Jika anda tetap menggunakan search engine palsu ini, maka pembuatnya akan mendapatkan penghasilan berdasarkan query yang dihasilkan dari pencarian. Homepage ini tidak bisa diganti meskipun sudah dihapus dari pengaturan di browser.
  • Pada saat browsing, browser akan membuka tab atau halaman baru yang bukan keinginan pengguna.
  • Proses browsing lebih lambat dari biasanya.


Cara mengatasinya
Langkah awal untuk menyelamatkan browser yang sudah tidak beres adalah dengan mereset browser ke pengaturan awal. Cara ini tidak selalu berhasil, namun tetap perlu dilakukan. Perlu diketahui bahwa proses ini akan mengakibatkan semua bookmark yang tersimpan di browser hilang.

       Untuk Mozilla Firefox
  • Klik menu, kemudian klik icon help menu.

Menu Help
  • Klik Troubleshooting Information, kemudian klik Refresh Firefox.
Troubleshooting Information


Refresh Firefox
Untuk Chrome
  • Klik icon “customize and control google chrome”, kemudian klik settings

customize and control google chrome
  • Scroll ke bawah kemudian klik tombol Reset Settings.
Reset Settings

  • Klik Reset pada kotak konfirmasi. 

Konfirmasi Reset

Apabila reset ke pengaturan awal tetap tidak berhasil mengembalikan browser ke kondisi semula, maka kemungkinan besar malware sudah masuk ke sistem windows. Bisa dalam bentuk file yang aktif di background, registry, dll. Untuk kondisi seperti ini anda akan membutuhkan tool khusus dari pihak ketiga. Adw Cleaner adalah salah satu aplikasi pembersih yang banyak digunakan. Software gratis ini bisa didownload langsung dari websitenya di sini.


Setelah download selesai program bisa langsung dijalankan tanpa perlu instalasi.
·         Klik tombol scan untuk memulai pengecekan
Tampilan awal ADW Cleaner
·       
       Setelah proses scan selesai, periksa semua tab dari tab service, Folders, Files, DLL dst.
·         Apabila kolom di dalam salah satu atau semua tab itu ada isi/daftarnya, berarti memang ada masalah dengan browser atau sistem Windows anda.

Proses scan
  •  Klik Clean untuk membersihkan.

·         Setelah proses pembersihan selesai, ADW cleaner akan merestart komputer. Log pembersihan akan ditampilkan setelah komputer restart.

Untuk mencegah hal yang sama terjadi lagi, sebaiknya :
  • Hati-hati dalam mendownload file dari internet. Lebih aman lagi jika download dilakukan dari website resmi/terpercaya.
  • Saat download, pastikan ekstensi file sesuai dengan yang anda inginkan. Misalnya: Pastikan yang tampil di box sebelum download dimulai adalah “namafile.mp3” jika anda ingin download file audio mp3 dan bukannya “namafile.exe
  • Saat menginstalasi program, pastikan membaca informasi yang ditampilkan di setiap step/lamgkah instalasi.  Jangan terburu-buru mengklik tombol next.
  • Hilangkan centang pada program tambahan (optional) yang akan diinstal jika memang tidak dibutuhkan misalnya semacam toolbar.
  • Aktifkan deteksi otomatis untuk PUP (Potentially Unwanted Program) pada antivirus anda.

3/30/2015

Cara Mengganti Nama Prosessor di Computer Properties

Apa anda pernah merasa agak minder dengan prosessor komputer yang anda miliki sekarang?. Apalagi jika teman anda sering menggunakan komputer/laptop milik anda dan sesekali melihat Computer Properties untuk mencari tahu jeroannya.
Nama/tipe prsessor yang muncul pada jendela system (jika anda melakukan klik kanan pada  computer di Start Menu lalu memilih menu Properties pada windows 7) sebenarnya bisa diganti dengan nama apapun yang anda inginkan.

Sebelum Edit Value
Untuk melakukan trik ini cukup buka program regedit ( Tekan tombol Windows+R, kemudian ketik regedit, tekan enter).
Selanjutnya lakukan langkah-langkah berikut ini:
  •          Klik menu Edit -> Find, kemudian cari “ProcessorNameString” tanpa tanda petik.
  •          Setelah ditemukan klik kanan kemudian klik Modify
  •         Isi dengan value apapun sesuka anda, klik OK


Registry Editor
-       
             Lihat hasilnya dengan klik Start, klik kanan pada Computer, kemudian klik Properties.
Setelah Edit Value


Pengubahan nama prosessor ini sifatnya tidak permanen. Artinya, nilai asli dari ProcessorNameString akan kembali ke awal jika komputer direstart.


8/22/2013

Cara Memilih Mainboard

Cara Memilih Mainboard

Menentukan Mainboard sama pentingnya dengan memilih CPU dan VGA karena bicara soal komputer tidak bisa hanya soal CPU atau VGA saja. Dalam menentukan mainboard yang sesuai kebutuhan, beberapa poin di bawah ini bisa anda gunakan sebagai faktor pembanding.




[caption id="" align="alignleft" width="407"]Mainboard Mainboard[/caption]

Form Factor


Form Factor menentukan bentuk dan ukuran dari sebuah mainboard. Form Factor juga menjadi faktor penentu dalam pemilihan casing nantinya. Form Factor yang paling populer saat ini adalah jenis  ATX. Dua jenis lainnya adalah micro ITX dan Mini ITX. Hampir semua kebutuhan anda bisa dipenuhi oleh mainboard dengan berjenis ATX. Micro dan Mini ITX ditujukan untuk komputer low budget atau sering juga digunakan untuk Home Theather PC yang tidak membutuhkan spesifikasi berlebih. Ukuran yang lebih kecil memang menarik, akan tetapi jika anda berniat untuk menambahkan peripheral tambahan ke mainboard maka mainboard dengan form factor micro dan Mini ITX tidak disarankan karena ukurannya yang terbatas ditambah lagi dengan casing yang jarang tersedia di pasaran.








Socket


Sama seperti saat memilih CPU, soket merupakan faktor penting dalam memilih mainboard. Apalagi jika kedepannya anda akan melakukan upgrade CPU. Disarankan untuk memilih mainboard yang support CPU yang lebih baru. Soket LGA 1150, LGA 1155 dan LGA 2011 disarankan untuk prosessor berbasis Intel dan Soket AM3+ bagi prosessor berbasis AMD.




Port


Satu perbedaan mendasar dari mainboard high-end dengan mainboard low-end ada pada jumlah dan jenis port yang disediakan. Mainboard High-end biasanya menyediakan banyak port termasuk Port Firewire, USB 3.0, digital audio, e-SATA,dan Thunderbolt didalamnya. Berapa banyak port dan tipe apa saja yang anda butuhkan?. Mainboard kelas High-end yang menyediakan banyak port juga tidak ada gunanya jika tidak dipakai sama sekali. Karena itu pilihlah mainboard dengan jumlah dan tipe port yang anda butuhkan.





Chipset


Chipset dapat dianggap sebagai  core-logic yang mengatur banyak chipset lain yang melakukan tugas yang berbeda. Chipset pada mainboard mengatur fungsi dasar dari USB, PCIe dan port SATA. Produsen mainboard bahkan menambahkan controller dan fungsi tambahan pada chipset produksi mereka. Anda harus memerhatikan chipset yang anda pilih jika anda menginginkan fungsionalitas khusus yang sebagian diantaranya hanya didukung oleh chipset keluaran terbaru. Chipset P67 misalnya tidak mendukung Intel SSD caching sementara Z68 mendukung fungsi ini. Chipset High-end terbagu dari Intel saat ini antara lain: Z77, Z87, Z79 sementara itu, di plaform AMD tersedia A85X, 990X dan 990FX.



SLI / Crossfire Support


Gamer sejati kebanyakan menggunakan lebih dari satu kartu grafis dalam satu komputer. Selalu akan lebih nyaman jika anda tahu bahwa mainboard anda mendukung fitur ini seandainya anda memang membutuhkan dan memang akan menambahkan kartu grafis  sejenis. Fitur Crossfire yang disediakan oleh AMD mendukung sampai dua kartu grafis sementara Crossfire-X mendukung lebih dari dua kartu grafis.



Jumlah Slot


Jumlah slot yang disediakan oleh mainboard bisa jadi pertimbangan dalam memilih mainboard. Anda mungkin berniat untuk menambahkan peripheral tertentu yang belum tersedia. Bisa juga anda membutuhkan lebih dari satu kartu grafis untuk gaming ataupun pekerjaan terkait video encoding. Untuk ini anda juga harus memperhatikan jenis Chipset yang digunakan di mainboard karena efektifitas penggunaan USB 3.0 ataupun fungsionalitas RAID akan terpengaruh atas penggunaan Chipset yang berbeda. Bertanya langsung pada produsen atau mengunjungi website mereka akan memberi anda informasi lebih jelas tentang hal ini.



POST LED


Led kecil yang ada mainboard kedengaranya sepele. Namun led dari mainboard yang menyala saat booting ini dapat memberikan sedikit informasi apabila ada sesuatu yang salah saat proses booting.



Backup BIOS


Backup BIOS menyimpan duplikat BIOS yang sama dalam satu mainboard dan dapat di restore apabila BIOS mengalami kerusakan. Kerusakan BIOS memang jarang terjadi, namun memiliki backup saat itu terjadi akan lebih baik daripada tidak memilikinya sama sekali.

8/02/2013

Cara memilih CPU

Cara memilih CPU

Memilih CPU atau prosessor bisa jadi sebuah proses yang membingungkan dan terkadang menjadi dilema tersendiri terutama jika menyangkut kinerja dan biaya. Berikut ini beberapa poin yang anda perlu perhatikan dalam memilih CPU




[caption id="" align="alignleft" width="503"]cpu cpu[/caption]

Socket


Untuk menentukan prosessor yang akan anda pilih, pertama sekali anda harus memastikan apakah anda akan melakukan upgrade atas komputer yang akan anda rakit atau tidak. Hal ini sangat berpengaruh pada pemilihan jenis soket prosessor yang disediakan di mainboard. Untuk platform AMD, jenis soket yang tersedia dan masih memungkinkan untuk diupgrade untuk jangka waktu yang lebih panjang adalah soket tipe AM3+ yang kompatibel dengan prossesor AMD mulai dari yang dual core hingga yang delapan core. Untuk soket FM1, FM2 APU sepertinya tidak ditujukan untuk pengguna yang berniat melakukan upgrade dalam jangka panjang. Bagi komputer berbasis Intel, disarankan memilih prossesor dengan soket LGA2011 atau LGA1150. Dukungan bagi prosessor berbasis Intel dengan Soket LGA1155 diprediksi sudah tidak akan berlangsung lama. Jika anda tidak berniat untuk melakukan upgrade prosessor, anda boleh memilih prosessor dengan tipe soket apapun.






Clock Speed


Jika di masa lalu Clock Speed bisa jadi acuan dalam memilih prosessor, maka saat ini hal itu sudah tidak mutlak berlaku lagi. Dulu, semua prosessor masih single core sehingga clock speed bisa menentukan perbandingan kecepatan antara dua prosessor dengan clock speed yang berbeda. Saat ini, kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa prosessor AMD FX-8350 4.1GHz lebih cepat dari Intel Core7-3770K 3.5GHz, karena prosessor sekarang sudah menggunakan lebih dari satu inti (core). Meski demikian faktor clock speed belum bisa dihilangkan sebagai salah satu faktor penentu keputusan memilih prosesor. Tentu saja jika digunakan untuk membandingkan prosessor dalam family yang sama. Misalnya Prosessor Intel 3.5GHz pasti jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan Prosessor Intel 2.5 GHz. Hal yang sama berlaku juga untuk prosessor keluarga AMD.



Jumlah Inti Prosessor (Core)


Jumlah inti (core) mungkin bisa dianggap sebagai pengganti clock speed. Hal ini terjadi karena saat ini konsumen lebih memperhatikan jumlah core yang ditawarkan daripada Megahertz dari si prosessor itu sendiri. Vendor juga telah menjadikan ini sebagai faktor pemicu untuk menjual produk mereka. Dua core tentu lebih baik dari satu. Sebaliknya empat core pasti lebih baik dari dua. Lebih banyak corenya tentu lebih baik, memang begitulah adanya. Tapi perlu diingat, hal ini hanya benar jika anda membandingkan dua prosessor dalam keluarga chip yang sama. Kita tidak bisa mengatakan bahwa AMD FX dengan 8 core lebih cepat dibandingkan dengan Intel i7 dengan 6 core. Belum tentu benar juga bahwa Intel i7 6 core lebih baik menjalankan game jika dibandingkan dengan Intel i7 quad core. Ini bisa berlaku karena Intel memberlakukan teknologi Virtual CPU yang dikenal sebagai Hyper-Threading untuk memacu kinerja prosessornya.


Lalu bagaimana anda menentukan prosessor ? Pertama sekali, pastikan tujuan anda menggunakan komputer. Tentukan beban kerja yang akan anda lakukan dengan komputer anda. Apabila aktifitas anda utamanya hanya untuk bermain game, browsing internet, editing foto atau mengetik dokumen, sebuah prosessor quad core sudah cukup untuk anda. Namun apabila anda bertujuan untuk editing video, 3D modelling, atau melakukan multitasking dengan banyak aplikasi yang dibuka bersamaan maka lebih banyak core akan lebih baik.



Cache


Setelah Clock Speed dan Jumlah Core, hal selanjutnya yang perlu mendapat perhatian adalah kapastitas cache yang ditawarkan. Saat ini besaran cache yang disediakan ada di kisaran 3MB sampai 8MB. Apa besaran cache berpengaruh? Jawabannya tergantung pada proses apa yang anda kerjakan. Jika pekerjaan anda berhubungan dengan encoding atau kompresi media seperti video dan audio maka cache akan punya pengaruh. Namun jika tidak, prosessor dengan besaran cache 4MB tidak memperlihatkan kinerja yang mencolok dengan yang memiliki cache sebesar 3MB saja.



Integrated GPU


Sebagian prosessor memiliki GPU (Graphic Prosessor Unit) atau lebih dikenal dengan sebutan VGA terintegrasi didalamnya. Untuk komputer yang ditujukan untuk gaming, 3D rendering, video encoding, VGA terpisah tentu akan menghasilkan kinerja yang lebih baik. Namun untuk komputer low budget yang hanya digunakan untuk Home theater PC, browsing atau mengetik, VGA terintegrasi dengan CPU mungkin bisa jadi pilihan untuk menekan biaya. AMD menawarkan banyak pilihan untuk prosessor seperti ini.


Intinya, pemilihan CPU sebaiknya didasarkan atas beban kerja dari pekerjaan yang akan anda lakukan, bukan berdasarkan review yang anda baca tentang CPU tertentu.

7/01/2013

Tips Penggunaan Sony Vaio SVE11125/11135

Tips Penggunaan Sony Vaio SVE11125/11135

CARA MENGGUNAKAN KAMERA


Karena ada beberapa search keyword yang masuk ke blog ini mencari “cara menggunakan camera Sony Vaio, dan setelah di google ternyata memang tidak ada yang memfasilitasi, maka saya akan coba sedikit membantu.


Pada dasarnya kamera atau kita sebut saja webcam dari semua notebook/laptop (selama masih berfungsi normal :)) akan langsung aktif jika anda menggunakan aplikasi video calling seperti skype. Namun daripada menginstall skype hanya untuk test webcam bukankah lebih baik jika menggunakan software atau aplikasi yang sudah tersedia.





Untuk kasus Sony Vaio SVE11125/11135 dan mungkin notebook lain yang menggunakan Windows 8, webcam bisa digunakan dengan aplikasi yang sudah tersedia di Windows 8. Caranya seperti berikut ini:







  1. Tekan tombol Windows + tombol C

  2. Klik Search

  3. Ketikkan ‘camera’ (tanpa tanda petik)

  4. Klik aplikasi camera yang muncul di sebelah kiri layar.

  5. Jika ada konfirmasi untuk mengizinkan penggunaan camera dan microphone, pilih Yes.

  6. Webcam siap digunakan. Untuk menutup aplikasi tekan Alt + F4 atau click drag title bar ke posisi taskbar (akan agak susah jika tidak menggunakan layar sentuh).


Jika anda menggunakan Windows 7, maka mau tidak mau anda harus meng-install aplikasi pihak ketiga karena Windows 7 tidak menyediakan aplikasi untuk webcam.


CARA MENGGUNAKAN FITUR MULTI GESTURE TOUCHPAD


Perlu diketahui bahwa touchpad Sony Vaio agak berbeda dengan notebook lain di pasaran, karena seperti halnya touchpad Macbook, touchpad Sony Vaio juga multi gesture. Artinya, respon toucpad saat disentuh dengan satu jari akan berbeda dengan jika disentuh dengan dua atau tiga jari sekaligus. Hal ini sangat membantu terutama dengan Windows 8 yang pre-installed di beberapa seri Sony Vaio yang tidak difasilitasi dengan layar sentuh. Aplikasi yang disediakan oleh Sony di notebook Vaio series nya sudah menyertakan video tutorial cara penggunaan fitur multi gesture touchpad yang dapat diakses dengan cara sebagai berikut:




  1. Klik shortcut yang tersedia di taskbar (kalau belum anda hapus) icon bergambar laptop dengan gear di pojok kanan atasnya. Atau tekan tombol berlabel Vaio (posisinya ada di pojok kiri atas keyboard notebook vaio anda.

  2. Pilih Mouse and Keyboard

  3. Klik tombol Watch movies on how to use the touchpad.


Meski demikian masih ada satu cara penggunaan touchpad yang tidak ditunjukkan di tutorial penggunaan touchpad diatas yaitu scroll dokumen yang menggunakan sisi sebelah kanan dari touchpad. Caranya adalah dengan menempatkan jari anda di pojok kanan atas touchpad, geser ke bawah lalu buat gerakan melingkar dengan jari, searah jarum jam untuk scroll kebawah atau melawan arah jarum jam untuk scroll keatas. Ilustrasi dapat dilihat pada gambar di bawah.




[caption id="" align="aligncenter" width="620"]Scroll vertical touchpad Scroll vertical touchpad[/caption]

CARA MENENTUKAN BATAS CHARGE BATERAI


Untuk memperpanjang masa pemakaian baterai, Sony Vaio juga dilengkapi dengan fitur untuk membatasi total charge baterai. Ini dimaksudkan agar ada bagian cell dari baterai yang masih belum pernah di charge karena semakin sering cell baterai di charge daya simpannya akan semakin berkurang. Untuk mengaktifkan opsi ini lakukan langkah sebagai berikut:




  1. Buka Vaio Control Center, caranya sama seperti langkah pertama untuk video penggunaan touchpad.

  2. Pilih Power and Battery.

  3. Pada bagian Battery, arahkan switch ke posisi On.

  4. Klik tombol details.

  5. Pilih opsi pilihan untuk charge baterai 80% atau 50% saja.

  6. Tutup Vaio Control Center jika sudah selesai.


Jika anda memang lebih sering menggunakan notebook Sony Vaio SVE11125/11135 di kantor atau di rumah dengan akses listrik full dalam tempat yang sama dan waktu yang lama, mungkin lebih baik  menggunakan notebook ini dengan charger terpasang. Baterai notebook anda akan tetap full dan tidak dalam kondisi di charge karena notebook akan menggunakan daya dari adaptor. Dengan demikian baterai tidak akan perlu di charge berkali-kali.

6/26/2013

Vaio SVE11125 CV Review

Vaio SVE11125 CV Review

Review ini saya buat berdasarkan pengalaman saya menggunakan produk Sony yaitu Vaio SVE11125 yang kalau boleh saya bilang merupakan versi ekonomis dari semua seri Vaio. Sony Vaio SVE11125 yang sudah saya gunakan 4 bulan lebih punya spesifikasi sebagai berikut:



Spesifikasi  Sony Vaio SVE11125


- Processor AMD dual core E2 – 1800 @ 1,7 GHz
- Memory DDR3 2 GB
- HDD 320 GB 5400 rpm
- VGA AMD RAdeon 7340 HD
- Lebar layar 11,6"
- WiFi, Bluetooth, Webcam
- Sistem Operasi Windows 8 SL 64 bit

[caption id="" align="aligncenter" width="395"]Sony Vaio SVE11125 Sony Vaio SVE11125[/caption]

Secara umum performa komputer tidak terlalu bisa diandalkan untuk kerjaan berat. Dengan Windows Experience Index Windows 8 SL 64 Pre Installed yang hanya mencapai nilai 3.9 ,mungkin notebook ini memang ditujukan untuk tugas mengetik dan browsing internet. Fungsi entertainment memang tidak mengecewakan karena notebook masih mampu memutar video Full HD 1080p dengan lancar. Kualitas audio cukup baik dengan speaker yang lantang dan tidak cempreng.




[caption id="" align="aligncenter" width="387"]windows experience index sony vaio sve11125 windows experience index sony vaio sve11125[/caption]

Windows 8 yang sebenarnya ditujukan untuk komputer berlayar sentuh sudah terinstall di notebook ini. Meskipun belum menggunakan touch screen, tapi Sony mengakalinya dengan fitur multi gesture di touchpad. Fitur ini tersedia di semua notebook Vaio. Multi gesture memungkinkan anda untuk scroll menu di Menu Metro yang menggantikan start menu Windows versi sebelumnya. Dengan menggunakan dua jari dan menggerakkannya ke kanan atau ke kiri, anda secara otomatis akan menggeser / scroll layar ke kanan atau ke kiri.


Untuk scroll vertikal dan horizontal pada dokumen, atau saat menggunakan web browser, anda juga tak perlu menekan tombol touch pad. Cukup tempatkan jari anda di pojok kanan atas touchpad, geser ke bawah lalu buat gerakan melingkar dengan jari, searah jarum jam untuk scroll kebawah atau melawan arah jarum jam untuk scroll keatas. Sony Vaio SVE11125 juga memiliki fitur camera gesture. Dengan fitur ini anda bisa mengontrol aplikasi multimedia yang anda gunakan hanya dengan menggerakkan tangan di depan kamera.


Keyboard sangat nyaman digunakan, dengan jarak antar tombol kira-kira setengah sentimeter, proses mengetik akan lebih menyenangkan. Panas juga tidak terlalu terasa saat mengetik karena suhu keypad dan hand rest masih dalam taraf normal.Dilengkapi dengan baterai 6 cell, notebook Vaio SVE 11125 ini mampu menyala 5 setengah jam nonstop, mungkin bisa lebih lama lagi dengan kondisi WiFi off, dan seting brightness layar diturunkan ke tingkat minimal. Dari posisi sleep, notebook ini hanya butuh waktu kurang lebih 5 detik untuk menyala. Baterai notebook Sony Vaio SVE 11125 ini juga dimonitor oleh software bawaan dari Sony yang memungkinkan pilihan untuk mengisi baterai 50% atau 80% saja. Dengan demikian dapat dipastikan umur baterai akan jauh lebih lama. Penggunaan charger saat baterai penuh juga tak menjadi masalah karena notebook secara otomatis hanya menggunaan daya dari adaptor dengan kondisi baterai tidak di-charge.


Jika ada hal negatif yang saya tidak suka dari notebook ini, hal itu adalah tidak berfungsinya touchpad dan cursor saat harddisk sibuk (ditandai dengan lampu harddisk yang nyala terus). Biasanya terjadi saat Windows sedang download update. Tapi hal negatif ini tidak ditemui jika sedang menggunakan mouse tambahan.


Overall, performa notebook ini cukup memuaskan jika digunakan sesuai tujuan notebook ini dibuat. Jika anda menggunakannya untuk bermain game keluaran baru, siap-siaplah kecewa. Untuk game "World of Warcraft" dengan setting gambar "Good" pada resolusi 1366 x 768 fps yang dihasilkan hanya 37 fps. Meskipun masih bisa dianggap layak, tapi bagi sebagian orang masih kurang.


Versi upgrade dari Vaio SVE11125 ini adalah Vaio SVE 11135. Perbedaan hanya ada pada penggunaan prosesor yang lebih tinggi, yaitu AMD E2 2000 @1,8 GHz.