10/19/2010

Menampilkan File yang di Hidden dengan Attrib

Menampilkan File yang di Hidden dengan Attrib

Meski sekarang sudah jarang digunakan, internal command maupun external command dari DOS masih sangat dibutuhkan dalam penggunaan komputer secara khusus terutama saat melakukan reparasi atau perbaikan sistem operasi Windows. Contohnya adalah perintah attrib yang paling sering digunakan.


Attrib yang merupakan singkatan dari attribute merupakan salah satu dari sekian banyak external command yang sering digunakan dalam sistem operasi yang berbasis DOS (Disk Operating System).


Attrib digunakan untuk menentukan atribut dari sebuah file.
Untuk mengetahui perintah umum dari Attrib, anda bisa mengetikkan "attrib /?" pada command prompt.


Akan tampil opsi yang bisa digunakan sebagai perintah tambahan dalam menggunakan attrib yang terdiri dari :


+  untuk menambahkan atribut
-  untuk menghilangkan atribut
R  atribut Read Only
A  atribut untuk archive
S  atribut untuk system
H  atribut Hidden
/S pilihan untuk menyertakan file yang ada dalam sub folder
/D pilihan untuk menyertakan semua file dalam folder




Meski sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, namun ada kalanya atribut ini diacak-acak oleh virus, terutama virus lokal.

Virus tidak akan mengizinkan perubahan atribut melalui explorer di Windows. File yang di hidden tidak bisa ditampilkan lagi karena sudah diberi atribut hidden.


Untuk menampilkan file-file yang di hidden tersebut anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:
1. Klik start > Run kemudian ketikkan cmd lalu tekan enter.
2. Pindahkan prompt aktif ke lokasi drive tempat file yang di hidden.
Misalnya file anda ada di Flash disk yang di windows explorer tampil sebagai drive H.
Di drive H (Flash anda), lokasi file tepatnya berada di folder dokumen yang berada dalam folder penting.
Dengan demikian, lokasi tempat dile di drive adalah  H:\penting\dokumen


maka untuk perintah yang digunakan untuk memindahkan prompt aktif adalah:


"H:" (tanpa tanda petik) tekan enter
"cd\penting\dokumen" (tanpa tanda petik) tekan enter.


3.Lanjutkan dengan mengetikkan perintah "attrib -r -s -h /S /D" (tanpa tanda petik).
4.Cek hasilnya dengan menggunakan windows explorer.

2/23/2010

Malware ccdrive32.exe

Malware ccdrive32.exe

Hampir satu minggu ini saya dibikin kesal oleh Windows XP di netbook yang mengulah nggak mau connect ke internet secara tiba-tiba. Pada awalnya saya beranggapan bahwa masalah ini timbul hanya karena koneksi yang tidak baik, atau setting jaringan yang nggak beres. Saya berulang kali mengutak-atik seting jaringan bahkan sampai bertingkah aneh menurunkan connection speed sampai ke 10 Mbps namun tidak membuahkan hasil sama sekali. Website apapun tidak bisa ditampilkan di browser, tapi anehnya jika dilakukan ping selalu ada respon dari server.


Kecurigaan saya berpindah ke proses yang jalan di Windows. Dari Task Manager (Ctrl + Alt + Del) terlihat ada beberapa proses yang janggal. Proses-proses tersebut antara lain : ccdrive32.exe, vbslonto, dan conime.exe.
Saya coba mematikan ketiga proses ini dari task manager,lalu men-disable start up nya dari msconfig.


Koneksi memang berjalan sempurna setelah itu. Website yang dibuka tampil dengan seperti yang seharusnya. Meski demikian, beberapa saat kemudian tiba-tiba firewall Windows non aktif dengan sendirinya. Lambang perisai merah dengan tanda silang ditengahnya muncul di taskbar. Saya coba mengaktifkannya kembali melalui security center dari control panel. Penasaran, Task manager saya buka lagi dan ternyata, ada macam-macam proses aneh lagi yang berjalan disana. seperti 765.exe dan lain-lain dengan angka acak yang terdiri dari 3 digit. Proses ccdrive32.exe juga nongol lagi disana.


Kemudian saya coba search file-file tersebut, dan memang ada. Posisinya persis di direktori temp milik Windows. Semuanya ketemu kecuali ccdrive32 yang nggak ketahuan nempelnya dimana.
ccdrive32 ini menyamar sebagai file driver milik windows dan dijalankan setiap komputer dinyalakan. Cukup berbahaya karena berdasarkan laporan di internet, proses yang dijalankan oleh malware ini akan membuka port-port tertentu dan melakukan koneksi ke server tertentu. Data di zone alarm yang saya install sebelumnya menampilkan data bahwa komputer saya mencoba melakukan koneksi ilegal ke sebuah server dengan domain biz.


Sebenarnya Smadav sudah bisa mendeteksi secara langsung aktivitas mencurigakan dari file-file ini dan mampu memperbaiki registry yang dimodifikasi olehnya. Namun begitu terhubung kembali ke internet, semuanya mulai berulah lagi.


Salah satu cara yang bisa menangkal masalah ini adalah dengan memasang firewall selain milik Windows di komputer, misalnya Zone Alarm, komodo firewall dan yang sejenisnya. Namun yang perlu diperhatikan, firewall juga bisa jadi merepotkan saat semua koneksi yang masuk dan keluar harus dimonitor sendiri.


Sementara ini masalah ccdrive32 saya anggap selesai karena si file malware ini sudah tidak muncul lagi (entah nanti dia muncul lagi saya nggak tahu).


Yang saya lakukan untuk menghilangkan virus malware ini :




  1. Putuskan koneksi komputer dengan internet.

  2. Matikan proses ccdrive32 dan teman-temannya dari task manager

  3. Full Scan dengan Smadav untuk mencari file virus dan registry yang termodifikasi, virus dihapus kemudian registry di fix semua.

  4. Buka registry editor dengan mengetikkan regedit pada menu run. Navigasi ke HKey_Local_Machine\software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\Run dan hapus string Microsoft Driver Setup  C:\Windows\ccdrive32.exe

  5. Ketikkan %temp% dari menu run kemudian hapus semua file dari folder temp

  6. Disable start-up dari file virus melalui msconfig, dengan cara mengilangkan tanda centang pada ccdrive32, vbslonto dan conime.

  7. Jika memungkinkan, tambahkan firewall di komputer anda.


Semoga berguna...

12/10/2009

Gagal Masuk Desktop Windows Seven

Gagal Masuk Desktop Windows Seven

Hari ini saya dapat masalah baru lagi. Bukan seutuhnya masalah saya sebenarnya, tapi lebih merupakan titipan dari seorang teman. Seperti sebelum-sebelumnya, tidak jauh-jauh amat dari masalah komputer dan yang sejenisnya.


Beliau ini punya laptop Acer ( saya lupa serinya ) dengan sistem operasi Windows 7 Ultimate ( wow..., orang Indonesia hebat banget yak ? belum dirilis aja sudah bisa make ).


Nah, problemnya ada disaat boot menuju ke desktop. Prosesnya berhenti ditengah jalan menampilkan isi my documents-nya di windows explorer. Taskbar, wallpaper dan accecories lainnya tidak nongol sama sekali. Tampilan desktop baru muncul setelah explorer.exe dijalankan secara manual lewat fasilitas new task dari task manager. Yang mengherankan, di tab process terlihat ada dua explorer.exe yang dijalankan, dan itu sudah pasti virus.


Masalah ini bisa diselesaikan dengan mengubah salah satu value dari isi registry. Caranya :




  1. Masuk ke registry editor (regedit) lewat  Start => Run, kemudian ketik regedit.

  2. Browse ke HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Winlogon

  3. Didalam folder Winlogon terdapat sebuah DWord value dengan nama shell. Pastikan nilainya hanya berupa Explorer.exe. Jika ada embel-embel lain dibelakangnya hapus saja.

  4. Restart komputer.


Saya tidak  tahu jenis virus apa yang menyerang laptop teman saya tadi. Tapi yang  jelas ada sebuah file exe dengan format namauser.exe ( misalkan nama usernya arifin maka nama filenya adalah arifin.exe ) pada folder my document-nya. File ini akan selalu dijalankan pada saat startup. Sebelum melakukan perubahan di registry, start up file ini sudah saya disable terlebih dahulu melalui msconfig.

File ini sudah saya coba cari dan berniat untuk menghapusnya. Namun proteksi virus yang menghilangkan opsi show hide file (standarnya virus lokal) lumayan mengganggu. Tak mau repot, saya putuskan men-download smadav dan meng-installnya di laptop tersebut. Karena smadav mempunyai kemampuan untuk mendeteksi perubahan pada registry dan memperbaikinya pekerjaan suka rela saya berakhir dalam waktu yang tidak terlalu lama

12/05/2009

Tips Simpel Buat Menangkal Virus Kompie

Tips Simpel Buat Menangkal Virus Kompie

Ditujukan untuk teman-teman yang kompienya sering terjangkit virus ( virus komputer tentunya )
Ini cuma langkah-langkah pencegahan atau bisa dibilang cuma tahap awal aja untuk menghindari penyebaran virus.

1. Pastikan komputer dalam kondisi virus free pada saat menginstalasi anti virus. Kalau tidak, percuma aja, atau malah anti virusnya nggak mau diinstall sebelum virus yang ada di komputer hilang.



2. Virus lokal ( made in indo ) biasanya memanfaatkan kebiasaan user membuka folder atau file dengan double click. Ada kalanya file binary induk virus ( berextensi "exe") dikamuflasikan sebagai sebuah folder atau icon file tertentu seperti file jpg. Akibatnya kalau kurang teliti, alih-alih hendak membuka folder atau file malah akhirnya menjalankan program virus yang ujung-ujungnya menginfeksi sistem. Untuk menghindari hal semacam ini,pastikan option "hide extentions for known file types" tidak aktif. Caranya :
- Masuk ke windows explorer
- Pilih menu Tools
- Pilih Folder option
- Pindah ke Tab view
- Pada list box Advanced setting, hilangkan tanda centang (kalau ada) pada option "hide extentions for known file types"
- Klik OK

Dampaknya akan terlihat langsung pada saat anda menjalankan windows explorer. Misalnya, jika sebelumnya file word yang bernama naskah, akan menjadi naskah.doc setelah option tadi di non aktifkan. Namun apabila file word dengan icon huruf W (icon file word) muncul dengan nama naskah.exe dapat dipastikan bahwa file itu bukan lah file word melainkan virus. Yang sering terjadi adalah munculnya gambar folder dengan extensi "exe" dengan size yang tak lebih dari 500 KB. Jika anda menemukan folder aneh seperti ini, artinya komputer anda memang sudah terjangkit virus. Intinya: lihat dulu extensi sebelum melakukan double klik.



3. Matikan Autoplay untuk removable devices.
Perangkat seperti USB Flash disk, SD, MMC Dsb, saat ini juga sudah menjadi media penyebaran virus favorit selain e-mail.Autoplay memungkinkan file "autorun.ini" pada flashdisk yang sudah terkena virus dijalankan begitu flashdisk dikoneksikan dengan komputer lain.
Untuk mematikan Autoplay pada komputer :
- Pilih run dari start menu
- Ketik regedit, lalu tekan enter
- Di registry editor tekan Ctrl F atau lewat menu edit|Find
- Ketik NoDriveTypeAutorun, tekan Find next
- Jika sudah ketemu, klik kanan pada NoDriveTypeAutorun lalu pilih modify
- Ganti nilai yang tertera pada kotak Value Data dengan nilai hexadecimal 255 yaitu "FF" tanpa tanda petik lalu tekan OK.
- Tutup Registry editor.

Dampaknya akan terlihat setelah komputer di restart. Setiap kali, anda mencolokkan Flashdisk, atau memasukkan CD ROM, kotak kecil yang menampilkan beberapa pilihan yang menanyakan apa yang ingin kita lakukan dengan media tersebut tidak akan muncul lagi.


4. Jangan lupa meng-update antivirus. Saya pribadi merekomendasikan Norman. Bukan apa-apa sih, untuk orang Indonesia kan yang pertama gratis. Hal yang kedua, norman memberikan update cuma-cuma selama satu tahun dalam bentuk serial number jika kita menemukan virus yang tidak terdeteksi oleh norman dan mengirimkan samplenya kepada mereka . Jujur aja, ada banyak virus made in indo yang kena ke komputer temen-temen saya meski mereka pakai anti virus yang punya nama besar, tapi begitu masuk ke kompie saya langsung terdeteksi. Kenapa ? soalnya begitu ada virus baru, pasti banyak yang ngirim sample ke norman, jadi ane tinggal update aja. Untuk harga retail di Jogja terakhir dapat info bahwa lisensi untuk 1 tahun itu sekitar Rp.160.000,- jadi lumayan murah untuk penggunaan pribadi. Untuk info lebih lanjut silahkan lihat di www.vaksin.com


5. Jangan sembarangan meng-install program yang tidak jelas. Software-software gratisan dari internet contohnya (meskipun tidak semuanya), walau free tak jarang software tersebut mengikut sertakan program mata-mata (spyware), aggresive advertising dan semacamnya. Ini termasuk game-game bajakan yang menyertakan crack atau keygen yang sebenarnya adalah program trojan yang disamarkan.


6. Daripada terpaksa harus reinstall windows dan semua aplikasi-aplikasi pendukung lainnya hanya gara-gara virus, mengapa tidak memberikan proteksi untuk sistem ( bisa menggunakan deepfreze, GoBack atau software lain semacamnya ). Yang perlu diingat, software ini ibarat pedang bermata dua. Disatu sisi benar-benar membantu melindungi sistem dari perubahan yang tidak diinginkan, dilain sisi justru merepotkan karena akan mengurangi kenyamanan dalam proses instalasi program baru. Norton Ghost atau Acronis mungkin bisa menjadi solusi untuk backup sistem jika seandainya sistem operasi kompie anda tiba-tiba bermasalah entah karena virus ataupun hal-hal lain.


7. Yang terakhir, sering-seringlah memback-up data-data penting anda. Cara yang paling gampang, kumpulkan jadi satu dan dikompress dengan Winzip atau WinRAR. Save di partisi atau drive yang berbeda dari data asli. Saya pribadi sering menghilangkan atau mengganti ekstensi file zip dengan harapan file itu tidak akan ditemukan kalau si virus emang berniat untuk search and destroy file dengan ekstensi zip. Sewaktu-waktu saya butuh kan tinggal nambahin ekstensi doang.


Conclusion : Komputer tidak akan terkena virus apabila file induk (pembawa virus) tidak dijalankan meskipun file tersebut ada didalam komputer.


Semoga bermanfaat and Good Luck!

12/03/2009

Cara Menghilangkan Virus Shemale Cry

Cara Menghilangkan Virus Shemale Cry

Berikut ini adalah langkah-langkah menghilangkan efek virus shemale cry dari komputer yang sudah terlanjur terinfeksi. *( Diambil, dipersingkat dan sedikit diperjelas dari situs vaksin.com dan telah dibuktikan berhasil menghilangkan efek yang ditimbulkan oleh virus shemale cry)*


1. Matikan system restore selama proses pembersihan. Caranya : Klik Start, kemudian klik kanan pada my computer, lalu klik properties. Klik pada tab system restore dilanjutkan dengan mencentang "turn off system restore on all drive" klik apply kemudian klik OK


2. Fungsi task manager benar-benar diblok oleh virus ini, jadi mau tidak mau harus menggunakan utility process viewer lainnya. Bisa menggunakan proceexp atau dalam hal ini yang akan didunakan adalah currprocess yang bisa didownload di http://www.nirsoft.net/utils/cprocess.zip


3. Ekstrak currprocess dari kompresinya kemudian jalankan. Matikan semua proses  bernama "scvhost" yang mempunyai product name “Microsoft (r) Windows Script Host” dengan cara meng-klik nama proses kemudian klik kanan lalu pilih "kill selected process".



4. Untuk mencegah file induk virus dijalankan pada saat pembersihan maka perlu dilakukan pemblokan terhadap file WSCript.exe. Caranya : klik start->run lalu ketikkan SECPOL.MSC. Aplikasi ini cuma tersedia di Windows XP (Pro only) /2003/Vista/2008.


5. Klik kanan pada [software restriction policies] dan pilih [Create new policies] lalu klik kanan di [Additional Rule], dan pilih [New Hash Rule]


6. Di Kolom [File Hash], klik tombol [Browse] dan pilih file yang akan diblok, yaitu file wscript.exe yang lokasinya berada di folder c:\windows\system32


Pada kolom [File information] akan terisi informasi dari file tersebut secara otomatis.



7. Fix Registry dengan menjalankan file [FixRegistry.exe], silahkan download di alamat berikut


http://www.4shared.com/file/117095567/3ea8e8ce/_4__FixRegistry.html


Pada kolom [Register Owner] isi sesuai dengan nama pemilik Windows


Pada kolom [Register Organization] isi sesuai dengan nama organisasi pemilik windows

Pada kolom [ShellWindows] isi dengan format explorer.exe

Pada kolom [Userinit Windows] isi dengan format berikut

untuk Windows NT/2000 = C:\WinNT\System32\userinit.exe,

untuk Windows XP/2003/Vista = C:\Windows\System32\userinit.exe,

Kemudian klik tombol [Set]

dilanjutkan dengan klik [Pulihkan Registry] untuk memperbaiki registry lain nya

8. Hapus file induk virus yang telah dibuat. File induk virus ini akan disembunyikan. Jika file induk tersebut tidak dapat ditampilkan silahkan gunakan tools penggganti Windows Explorer seperti “Explorer XP”. Silahkan download di alamat berikut:


http://www.explorerxp.com/explorerxpsetup.exe


9. Setelah software tersebut di install, cari dan hapus file atau folder berikut :


[nama drive]:\Recycled\S-1-5-21-343818398-18970151121-842a92511246-500\Thumbs.db


svchost.vbs

desktop.ini

drvconfg.drv

SHELL32.dll

[nama drive]:\Album BOKEP


C:\windows


appsys.exe

Winupdt.scx

appopen.scx

Windowsopen.mht

Windows.html

Regedit.exe.lnk

Help.htm

C:\Windows\system\svchost.exe


C:\WINDOWS\system32


Taskmgr.exe.lnk


CMD.exe.lnk

Svchost.dls

Corelsetup.scx

Appsys.dls

Kernel32.dls

Winupdtsys.exe

ssmarque.scr

C:\Program Files\FarStone\qbtask.exe


C:\Program Files\ACDsee\Launcher.exe


C:\Program Files\Common Files\NeroChkup.exe


C:\Program Files\ExeLauncher


%ProgramFiles%\drivers\VGA\VGAdrv.lnk


C:\Documents and Settings\%user%\Desktop\Local Disk (C).dls


Di Flash disk :\>Dataku Penting Jangan Dihapus.lnk


10. Tampilkan file [TaskMgr.exe/Regedt32.exe/Regedit.exe/CMD.exe/Logoff.exe] yang disembunyikan oleh virus, caranya


Klik menu [Start]


Klik [Run]

Ketik CMD kemudian klik tombol [OK]

Pada layar “Dos Prompt” ketikkan cd\ enter kemudian ketik c: lalu tekan enter

Ketik perintah ATTRIB –s –h –r regedit.exe kemudian tekan tombol “enter”

Ketik perintah ATTRIB –s –h –r Logoff.exe kemudian tekan tombol “enter”

Ketik perintah ATTRIB –s –h –r Regedt32.exe kemudian tekan tombol “enter”

Ketik perintah ATTRIB –s –h –r Taskmgr.exe kemudian tekan tombol “enter”

Ketik perintah ATTRIB –s –h –r CMD.exe kemudian tekan tombol “enter”


11. Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, install program antivirus yang sudah mampu mendeteksi virus ini. Anda bisa mencoba versi trial dari Norman disini


12. Jika komputer sudah benar-benar bersih dari virus, hapus rule blok file [WSCript.exe]


Klik menu [Start]

Klik [Run]

Pada dialog box [Run], ketik SECPOL.MSC kemudian klik tombol [OK]

Pada layar [Local Security Policy], klik 2x [Software restriction policies]

Klik [Additional Rule]

Hapus Rule yang pernah Anda buat sebelumnya

secpel

*all credits go to vaksin.com


P.S : Yang punya kesulitan mengikuti langkah-langkah diatas bisa meninggalkan pesan dibawah. Siapa tahu saya bisa membantu.


Tidak menemukan yang anda cari ?