7/08/2013

Menelaah Spiderman

Menelaah Spiderman

Siapa yang tak kenal Spiderman ? Kalau ada yang tak kenal Spiderman, mungkin karena dulu sekolah  TK nya seangkatan sama Atok Dalang. Tentu saja, karena saya rasa nenek saya sekalipun akan bengong kalau saya tanya “Nenek tau Spiderman?”. Respon yang keluar paling-paling “Apa? Lagu Si Emen ?”.  Anda tahu si Emen? Nggak perlu tahu karena nggak ada hubungannya sama sekali dengan Spiderman. Bahkan kalau Spiderman punya kucing, nggak bakalan diberi nama Emen.


Jadi, Spiderman itu sebenarnya punya nama asli, namanya Clark Kent. Itu sebelum  anda protes dan koreksi menjadi  Peter Parker. Ya, atur saja lah, asal anda senang.  Selebihnya saya yakin anda lebih tahu. Dari pengalaman bertemu muka dengan Spiderman berkali-kali, entah itu di layar tancep, kadang di bioskop kadang di layar tv. Sebenarnya ada beberapa hal yang saya rasa agak janggal dengan super hero yang satu ini. Anda mungkin tidak pernah ambil pusing dan terus menonton sambil mungkin bilang ‘Wow!’ tanpa sadar di belakang anda ada yang langsung koprol mendengar kata itu.


Menurut saya , kostum si Spiderman itu terlalu ketat. Apalagi harus dipakai kemana-mana. Nggak bisa ngebayangin kalau waktu si Peter Parker ini mau berubah jadi Spiderman di dalam sebuah gang sempit, eh nggak taunya ada sekong di sebelahnya. Terus si sekong ngomong ‘Wow!’ sambil goyang itik. Si Peter harus bilang apa?. Mungkin biar enggak pake acara berantem paling dia cuma bilang ‘Eh Cyin, eike juga sekong, cap cuss cyiiin’, terus melambai sambil ngeluarin jaring. Belum lagi kalau pas bergelantungan tiba-tiba selangkangannya gatal. Kesempatan menggaruk mungkin hanya sepersekian detik. Tapi biasanya yang namanya gatal nggak selesai dengan sekali garukan. Asal anda tahu, itu sebabnya Spiderman juga kadang-kadang terpaksa harus ngetem nangkring di atas gedung. Biar agak keren, dibuat bergaya dengan berpose di tiang bendera, padahal tangannya nunggu jadwal ke selangkangan. Kalau tiba-tiba kebelet mau ke toilet, kebayang dong susahnya melepas celana seketat itu. Tapi jangan-jangan di dalamnya sudah ada alat penampung khusus untuk filterisasi.


Kemudian soal topeng. Apa dia bisa bernafas dengan topeng seketat itu?. Untunglah  Peter Parker itu orang ras Kaukasian, orang bule yang terkenal punya hidung mancung yang dilengkapi dengan fasilitas lubang hidung yang super lebar. Apa yang terjadi kalau Spiderman punya hidung pesek?. Belum apa-apa pasti sudah semaput diam di tempat.Ya mungkin masih sempat buka topeng kalau tangannya sedang tidak sibuk menggaruk selangkangan.


Saya juga bingung akan satu hal. Dengan begitu seringnya Spiderman ini bergelantungan diantara gedung-gedung bertingkat, siapa yang mau repot menyingkirkan jarring-jaringnya yang menempel di dinding? Kota New York pasti punya divisi kebersihan khusus yang mengurusi hal itu. Kalau tidak, bisa jadi New York berubah seperti gudang yang penuh sarang laba-laba. Seandainya Spiderman ada di Indonesia, ceritanya pasti akan berbeda. Orang Indonesia terkenal  kreatif, apalagi kalau sedang dalam keadaan terdesak. Saya yakin orang mau rebutan jaringnya Spiderman yang terkenal lebih kuat dari baja. Bisa dikumpulkan terus dipilin dan dijadikan tali pengikat kapal. Yang lebih kreatif tentu saja para pembuat jaring untuk satu pekerjaan baru di Indonesia. Pekerjaan itu bernama nelayan. Nelayan bukan sembarang nelayan karena yang ini bukan nelayan penjaring ikan, melainkan nelayan penjaring kapal selam. Ah, apapun itu, Spiderman tetap keren kok, selama dia masih pakai baju dan tidak ketemu sekong di gang sempit.


Sudah...sudah, jangan ditanggapi serius ya? Peace

3/28/2013

Ini Cerita Tentang Mobil

Ini Cerita Tentang Mobil

Apa kabar mobil Esemka yang digadang-gadang akan menjadi mobil nasional Indonesia. Semenjak Jokowi jadi Gubernur DKI, meminjam slogan iklan mobil jaman dulu "nyaris tak terdengar" kabar apapun terkait perkembangan atau progress dari mobil kreasi anak-anak SMK dari Solo tersebut. Tapi tunggu dulu, kali ini saya tidak akan bicara soal mobil Esemka secara khusus. Saya hanya akan melihat mobil dan hubungannya dengan Indonesia dan orang Indonesia dari sudut pandang orang tak punya pengetahuan khusus tentang mobil.


Satu hal yang saya pertanyakan, kenapa ngebet banget bikin mobil?. Kenapa tidak bikin sesuatu yang belum ada di dunia?. Transportasi akan jauh lebih menyenangkan dan hemat dari segi biaya dan waktu apabila para ahli dari negara kita ini bisa membuat pintu kemana saja milik Doraemon. Tak perlu repot, karena konsep ide dan desainnya sudah ada bahkan sebelum saya lahir. Tidak terlalu muluk bukan?, jika itu saja bisa direalisasikan saya yakin tak lama kemudian akan bermunculan barang-barang aneh lainnya. Bisa berupa sapu terbang dengan embel-embel RR dengan double disk brake dan liquid cooler atau celana dalam Superman yang dilengkapi dengan GPS dan koneksi internet unlimited gratis selama ada pulsa.


Namun apabila pemikiran tersebut terlalu sulit untuk dijadikan sebuah kenyataan, saya rasa sah-sah saja berkreasi dengan mobil selama ada hal baru yang disertakan di dalamnya. Jadi tak cuma sekedar alat transportasi semata seperti yang saat ini dikerjakan oleh kebanyakan produsen mobil. Kita sebagai bangsa yang kreatif seharusnya bisa menciptakan mobil yang tak hanya sekedar berfungsi sebagai mobil.
Sebagai contoh, mungkin bisa buat mobil dengan konsep musik.
Mobil dangdut misalnya, bentuk dan desain tidak berbeda dengan mobil pada umumnya. Yang membedakan hanya letak as (poros) roda yang berada di pinggir tidak di tengah dengan ukuran ban yang tidak sama satu dengan yang lainnya. Anda bisa bayangkan sendiri bagaimana asyiknya karaokean di dalam mobil yang dilengkapi dengan fitur "joget otomatis" seperti itu.


Jika anda bukan penggemar dangdut, anda boleh pilih mobil rock metal. Sama seperti mobil dangdut, tapi yang membedakan  adalah roda depannya tidak bulat melainkan elips atau lonjong dengan ban belakang normal seperti ban mobil biasa. meski demikian jangan anda remehkan karena daya kuda yang diberikan setara dengan lamborghini Murciellago SV. Aksi headbanging akan semakin hidup jika anda memiliki mobil jenis ini karena fitur "auto banging dijamin benjol" sudah disertakan di semua seri yang dirilis di pasaran.


Terlepas dari mampu atau tidaknya, dan konsisten atau tidaknya dukungan dari pemerintah akan masalah mobil nasional Indonesia masih ada satu masalah lagi yang bisa menjadi ganjalan tersendiri bagi produksi mobil nasional di Indonesia. Branding akan jadi momok yang mengkhawatirkan apabila tidak dipilih dengan baik. Ferrari dan Lamborghini dinamai sesuai nama pembuatnya. Bisa anda bayangkan sendiri, bagaimana jika orang Indonesia yang membuat mobil keren dengan fitur-fitur yang sudah disebutkan diatas tadi ternyata punya nama Paijo atau Paimin. Sangat mengkhawatirkan apabila mobil keren tak laku dipasaran lokal hanya karena namanya. Kalau ada Lamborghini Diablo, Gallardo, Murcielago yang notabene adalah nama banteng, bagaimana dengan mobil Paijo atau Paimin?. Mungkinkan akan diberi nama Paijo Buaya atau Paimin Blekok?. Bagaimana pula kalau ada seri khusus lagi seperti Lamborgini Murcielago Superveloce ,mungkin akan ada mobil Paijo buaya darat atau mobil Paimin Blekok Merah (yang ini lebih mirip perguruan silat). Apapun itu, tak perlu anda pikirkan. Terima kasih karena sudah mau menyisihkan waktu anda yang tak berguna untuk membaca tulisan tak berguna.


Ucapan terima kasih khusus saya ucapkan kepada anda yang bernama Paijo atau Paimin, just kidding bro,paklek,pakdhe,mbah.
Untuk anda yang nyasar kesini gara-gara nyuruh bang Google nyari cerita tentang Esemka atau Jokowi, terima kasih juga deh. Semoga anda menikmati waktu anda di sini.


Woooooi Esemka apa kabar?





10/26/2011

e-KTP oh e-KTP

Hari ini hampir sebulan, 21 hari tepatnya program e-KTP dilaksanakan di kota Jogjakarta. Dan selama itu pula saya kerja 12 jam sehari, 6 hari dalam seminggu. Lumayan bikin capek, bukan di badan tapi di mata karena kerjaan yang satu itu menuntut anda untuk memelototi monitor seharian. jadi jangan heran saat pulang dari kantor Kecamatan mata sudah merah membara dan bedanya hanya sedikit lebih gelap jika dibandingkan dengan mata tokoh vampir kalau sedang haus sirup merah cap Marjan.


Dalam 12 jam kerja tersebut rata-rata sekitar 350 orang harus dilayani dalam pengambilan data identitas, sidik jari tangan dan iris mata. Jika tidak ada masalah, hanya butuh waktu kurang lebih 2 sampai 3 menit per-orang. Namun akan lain ceritanya apabila kendala teknis muncul seperti finger print scannernya ngadat, atau perangkat lunak dari Kemendagri bermasalah. Atau saat kendala datang dari warga sendiri yang kehilangan sidik jari gara-gara terlalu senang "bermain-main" dengan sabun cuci sehingga guratan-guratan di jarinya pecah-pecah atau bahkan hilang sama sekali. Jika masalah sidik jari ini sudah mampir, jangan harap input data untuk satu orang akan selesai dalam 2 menit karena akan butuh minimal 5 menit untuk satu orang. Sekali pembacaan sidik salah satu jari tidak mencapai hasil minimal, maka harus diulang sampai 4 kali. Untungnya sidik jari tidak diambil per jari tangan.

e-ktpBagi anda yang belum dapat panggilan pengambilan data e-KTP, berikut dapat saya jelaskan tahapannya setelah anda dipanggil masuk untuk perekaman data. Sebelumnya anda harus mempersiapkan KTP atau C1. Dan bagi pengguna contact lens jangan menggunakan contact lens saat melaksanakan perekaman data e-KTP.


1. Petugas akan meminjam KTP anda untuk melihat nomor NIK. Dari nomor NIK ini data-data lengkap anda akan ditampilkan di layar dan diperlihatkan kepada anda untuk verifikasi kebenaran data yang terekam di server. Jika ada data yang tidak sesuai/keliru anda bisa minta untuk diubah, dengan catatan Kecamatan akan meminta anda menunjukkan bukti yang bisa dijadikan dasar untuk melakukan perubahan data tersebut.

2. Apabila data identitas sudah benar, proses akan dilanjutkan dengan pengambilan foto. Pastikan petugasnya ngomong dulu, karena kalau tidak itu namanya mengambil tanpa izin alias mencuri. :)


3.  Selanjutnya akan dilakukan perekaman tanda tangan. Lakukan perlahan saja dengan memanfaatkan batas maksimal dari pad yang disediakan.


4. Proses berikutnya adalah pengambilan sidik jari dimulai dari semua jari kanan kecuali jempol. Kemudian dilanjutkan dengan semua jari kiri kecuali jempol dan diakhiri dengan pengambilan sidik jari kedua jempol. Yang perlu diperhatikan dari ketiga tahapan pengambilan sidik jari ini adalah pengulangan perekaman sampai maksimal 4 kali apabila ada salah satu jari yang pembacaannya kurang dari batas minimal (ditandai dengan warna merah di layar monitor). Jika lancar tahapan ini hanya butuh waktu kurang dari 30 detik. Namun bisa jadi akan lebih lama lagi jika anda diajak ngobrol hanya karena kebetulan anda tukang bakso langganan petugasnya.


5. Proses berikutnya adalah perekaman retina/iris mata. Pada tahapan ini pengguna contact lens harus melepas contact lens-nya. Anda akan diminta melihat kedalam sebuah alat yang menyerupai teropong. Lakukan dengan membelalakkan mata /melotot agar seluruh bulatan mata tidak tertutup oleh kelopak mata, jangan berkedip selama 5 detik atau  tergantung instruksi dari petugas. Jangan berharap anda bisa melihat bintang-bintang di langit atau tetangga anda yang sedang ganti pakaian dengan alat ini, paling-paling cuma setumpuk berkas yang belum di proses atau bapak-bapak genit yang bergaya alay di depan anda.


6. Berikutnya anda akan diminta untuk melakukan verifikasi sidik jari. Dimulai dari telunjuk kanan lalu diakhiri telunjuk kiri. Namun apabila dalam proses ini ada kegagalan akan dilakukan pengulangan maksimal 4 kali. Apabila tetap gagal maka akan digunakan sidik jari yang lainnya. Demikian seterusnya sampai berhasil atau jika semua jari sudah di verifikasi satu-persatu namun masih tetap gagal. Jika anda mengalami hal ini, saya cuma bisa bilang "ter..la..lu"


7. Anda akan diminta untuk menandatangani persetujuan atas data yang telah diambil sebagai bukti bahwa data tersebut benar-benar milik anda. Karena jika bukan data anda berarti hanya ada 2 kemungkinan, anda ngantuk nggak konsen atau petugasnya ikut-ikutan ngantuk.


Sampai tahapan ini sebenarnya kewajiban anda sudah selesai, hanya tinggal menunggu petugas melakukan verifikasi operator dan menyimpan data. Namun terkadang kegagalan juga terjadi di tahap ini yang mengharuskan proses harus diulang dari awal.




Sebagai operator hal yang sering bikin bete sebenarnya kebanyakan datang dari perangkat yang disediakan. Tak jarang harus mengulang perekaman data dari awal hanya karena perangkat pembaca sidik jari yang tiba-tiba tidak ada respon, dan justru hal inilah yang paling sering terjadi. Jika bicara soal warga yang datang biasanya malah kelucuan yang terjadi. Contohnya saat seorang bapak ditanyai golongan darahnya, dengan pedenya menjawab "oh tinggi, darah saya tinggi mas". Atau saat seorang ibu yang tidak bisa membedakan dahi dengan dagu atau tangan kanan dengan tangan kiri. Lucu juga saat ada yang nggak berani melihat foto matanya atau justru tertawa terbahak-bahak. And what makes it fun the most is entah kenapa mbak-mbak cantik yang biasanya di luar sombongnya minta ampun bisa jadi enak diajak ngobrol walaupun sebentar atau memang kebetulan ketemu yang engga sombong ? entahlah.


Well, masih 2 bulan lagi dan harus tetap sabar kerja di Balai Kota 8 terus 4 jam nyambi jadi backup di Kecamatan.
Semangkaaaa...

8/21/2010

Cara Mengatasi Kebosanan

Cara Mengatasi Kebosanan

Hmmmmmm....


Hmmmmmm....


Sekali lagi,.......


hmmmmmmmmmmm........


Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, ada satu hal yang harus saya sampaikan kepada anda-anda sekalian. Begitu pentingnya hal ini hingga saya harus mengorbankan waktu saya yang berharga hanya untuk menuliskannya di blog aneh ini.


Satu hal itu adalah.... Saya BOSAN.... saya BOSAN sekali.


Kenapa saya bosan? bukan hal penting untuk anda tentunya. Meski demikian, beberapa hal berharga yang mungkin bisa bermanfaat untuk anda adalah bagaimana cara saya mengatasinya.


Bukan dengan melemparkan diri saya dari lantai 5 sebuah mall atau menjadi obor hidup atau mesin buih akibat minum racun tikus. Apalagi dengan menembaki anak TK dengan senjata api. Whew, terdengar mengerikan bukan ?


Bila anda bosan atau punya masalah sebesar apapun itu dan sedikit terobsesi untuk melakukan hal-hal diatas, saya sarankan untuk lanjut membaca. Tenang saja, saya takkan menawarkan bisnis online atau bisnis MLM atau menawarkan sebuah e-book ( yang selalu di-diskon khusus untuk anda *such a bullshit).


Okay, anda sudah sampai disini dengan penuh kesabaran dan saya yakin sedikit jengkel meski sedikit penasaran.


Pertanyaannya sekarang, mengapa anda bosan ?


Jawaban paling sering biasanya datang dalam bentuk satu kata "rutinitas". Jadi, terserah anda setuju atau tidak saya anggap saja anda memang bosan karena rutinitas.


Kalau begitu, mengapa tidak melakukan sesuatu hal yang berbeda ? Mengapa tidak mencoba hal-hal gila yang tidak pernah anda lakukan sebelumnya ?.


Anda tak perlu berpikir, saya sudah siapkan beberapa hal yang mungkin patut untuk anda coba.


Anda sudah siap ?, ini dia.




  1. Kunci diri anda di kamar, putar lagu kesayangan anda lalu bernyanyi dan bertingkahlah seperti penyanyi yang anda kagumi itu meski dia bukan penyanyi favorit saya atau justru malah penyanyi yang saya benci. Saya takkan menyalahkan anda hanya karena kita berbeda selera (OOT).

  2. Jika cara pertama tidak berhasil. Ambil gitar dan ngamen-lah keliling kompleks. Orang mungkin menganggap anda gila tapi itu juga tergantung pada kepedean dan tentu saja kualitas suara anda. Siapapun takkan melempar sandal kearah anda yang punya suara sebagus Afghan. Saya anggap saja begitu walau sebenarnya saya tidak yakin seratus persen.

  3. Jika gagal lagi, jangan menyerah. Mungkin bakat anda bukan di bidang tarik suara. Cobalah narik becak. Siapa tahu ada cewek / cowok  idaman yang jadi penumpang anda.

  4. Masih gagal ? saatnya anda main ke mall. Bukan untuk belanja, hang out atau hal-hal normal lainnya yang anda lakukan seperti biasanya. Pergilah ke salah satu escalator (tangga berjalan) kemudian hitung jumlah anak tangganya. Jika Satpam menghampiri anda, katakan saja anda Sam Winchester yang berusaha membebaskan roh yang terperangkap dibawah escalator itu. Misi ini akan dianggap sukses jika Satpam mau berbaik hati mengajak anda ngobrol di kantornya dengan secangkir kopi di depan anda.

  5. Sudah 4 cara saya bocorkan dan anda masih gagal ?. Okay, mall selesai. Saatnya anda membuat sebuah sebuah lamaran ke perusahaan operator selular. Satu hal yang perlu diingat, isi lamaran bukan untuk sebuah pekerjaan disana melainkan izin untuk mengajak kencan salah satu pegawai tercantik / terganteng disana. Untuk ini, sehari sebelumnya anda harus survey ke lokasi dulu dan mengingat nama inceran anda.

  6. Anda ditolak mentah-mentah ? sudah saya duga.Tenang, masih ada cara ke-6. Buatlah sebuah film porno. Jangan menyewa Ariel atau Luna untuk jadi bintangnya karena seandainya pun mereka mau anda pasti tak sanggup membayarnya.  Carilah saat yang tepat saat musim kucing kawin atau merpati kawin atau ayam kawin atau bebek kawin asal bukan saat anda kawin. Upload ke Youtube dengan judul KEONG RACUN Season 2.

  7. Bagaimana ? Masih bosan ? berarti anda memang ditakdirkan punya rasa bosan yang berlebihan yang dikenal dengan hyperbosanism. Cobalah menulis posting tak berguna seperti ini di blog anda. Pasti berhasil, saya sudah tidak bosan lagi nih.


P.S : Ditulis dengan otak yang tidak berfikir dengan jelas jadi mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan pada nama, gelar, panggilan atau jenis kelamin.

8/09/2010

BTW (Bike To Work), Yakin ?

BTW (Bike To Work), Yakin ?

Go green, save earth begitulah kira-kira semboyan atau slogan yang sering terdengar atau terlihat di iklan-iklan layanan masyarakat. Entah tujuannya memang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perubahan iklim atau cuma sekedar embel-embel untuk meningkatkan popularitas atau meningkatkan nilai jual dari produk tertentu. Namun memang begitulah kenyataan yang terlihat sehari-hari


Salah satu reaksi yang mungkin muncul sebagai tangapan positif dari misi menyelamatkan bumi antara lain adalah munculnya gerakan bike to work. Bersepeda ke tempat kerja, mungkin seperti itulah terjemahan kasarnya.
Ada banyak hal yang dijanjikan oleh kebiasaan bersepeda ini, diantaranya adalah mengurangi polusi udara, kemacetan dan sebagai olah raga tentunya.


Terlepas dari masalah penyelamatan bumi dengan  mengurangi polusi mungkin ada baiknya jika dilihat lagi dampak penggunaan sepeda di jalan raya. Bukan dari sisi pengguna kendaraan bermotor yang jujur saja pasti merasa terganggu dengan pengguna sepeda yang dianggap memperlambat perjalanan mereka. Bukan sesuatu rahasia lagi jika kita melihat tempramen orang Indonesia di jalanan. Becak,andong, sepeda adalah kendaraan kelas bawah ( hanya pendapat sebagian orang yang merasa memiliki jalanan dan tidak tahu kalau ada sepeda yang harganya bisa 10 kali lipat dari motor bututnya).


Saya yakin, tujuan utama pengguna sepeda ikut gerakan bike to work bukanlah untuk menyelamatkan bumi. Misi paling penting yang biasanya bisa diterima akal adalah olah raga untuk kesehatan dan penghematan uang tentunya. Di negara-negara barat pemikiran ini memang ada benarnya karena pengguna sepeda dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti jalur khusus yang benar-benar terpisah dengan kendaraan lain dan tempat parkir yang sudah disediakan ditempat-tempat umum.


Berbicara soal olah raga untuk kesehatan dengan bersepeda di jalanan Indonesia saya rasa justru terlalu naif. Jika dilihat secara langsung, ya memang bentuknya olah raga namun alangkah pahitnya kenyataan jika justru penyakit yang datang. Saat mengayuh, detak jantung akan meningkat demikian juga dengan tarikan nafas yang diambil. Pertanyaannya, bersihkah udara yang dihirup?. Bukan masalah untuk mereka yang bersepeda di pegunungan atau di pantai, namun di jalan raya akan berbeda halnya. Alih-alih menghirup udara bersih, justru karbon monoksida lah yang masuk ke paru-paru.


Jogjakarta, tempat saya tinggal saat ini juga digalakkanan gerakan bike to work, sepeda santai dan semacamnya. Di wilayah kota memang sudah disediakan jalur alternatif dan jalur khusus untuk sepeda yang diharapkan bisa berguna bagi pengguna sepeda meskipun pada akhirnya justru diserobot oleh kendaraan lain. Sepeda santai yang sebaiknya (menurut saya) dimulai dibawah jam 6 pagi justru start pukul 8 saat jalanan sudah penuh dengan kendaraan lain yang punya gas buang. Lalu dimanakah letak "sehat" yang dituju jika olah raga saja justru menjadi racun secara tidak langsung.


Kurangnya rasa aman di jalanan juga salah satu faktor penting yang menghambat naiknya trend bersepeda (mengesampingkan faktor polusi dan cuaca yang panas terik). Jogja terkenal dengan pembalapnya. Mayoritas pengendara motor ber-plat AB adalah tukang ngebut (komentar ini sudah saya dengar berkali-kali dari orang yang berbeda). Jadi jangankan pengguna sepeda, pejalan kaki yang mau menyeberang saja harus menunggu mobil yang berbaik hati mau mengurangi kecepatan dan memberi kesempatan untuk menyeberang (motor biasanya jarang melakukan hal ini).


Terlepas penting tidaknya, Bike to Work adalah sesuatu gerakan yang harus didukung. Hanya saja, yang saya lihat, hal ini cuma sekedar trend yang berkembang dan lebih kearah ikut-ikutan negara luar. Dan semuanya dilakukan tanpa disertai niat yang sungguh-sungguh dari pemerintah.


Saya pengguna sepeda (hanya berani seminggu sekali mengingat tingginya tingkat polusi udara) dan saya tahu bagaimana rasanya disalip oleh motor dengan kecepatan tinggi. Saya tahu bagaimana rasanya disemprot asap hitam bis kota yang tak terawat dan diteriaki kernet supaya minggir.


Akhir kata,diluar konteks Bike To Work  "Dunia tak perlu diselamatkan, Manusianyalah yang perlu dididik"

12/14/2009

Menggenggam Ikan Mati (Berjabat Tangan)

Menggenggam Ikan Mati (Berjabat Tangan)

Hari ini saya bersalaman dengan beberapa orang. 5 atau 6 orang kira-kira, tak tahu jumlah pastinya karena saya memang dari awal tidak berniat untuk menghitungnya. Dari sekian orang itu tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok dari cara mereka bersalaman. mengapa saya berkata demikian ?. Karena saat saya bersalaman dengan mereka, rasanya seperti menggenggam ikan mati.  Saya memberi aksi dengan menggengam tangan mereka dengan sewajarnya cara orang bersalaman atau berjabat tangan, namun reaksi yang saya terima sepertinya dingin-dingin saja.


Pentingkah ini dibahas ?. Mungkin bagi anda tidak. Tidak sebelum saya menjelaskan alasan mengapa hal ini begitu penting bagi saya dan bagi anda nantinya.


Berjabat tangan atau bersalaman merupakan salah satu tahapan pertama dalam proses berhubungan dengan sesama manusia. Dengan demikian jabatan tangan anda bisa menentukan tanggapan orang yang anda salami terhadap anda. Iklan jaman 90-an pernah punya slogan " Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda..". Nah kesan pertama tidak hanya ada saat  mata anda bertatapan, tapi juga pada saat anda berjabat tangan, saling memperkenalkan diri.


Bayangkan bagaimana rasanya jika orang yang anda salami hanya menempelkan ujung tangannya ketelapak tangan anda, kemudian langsung menariknya. Yang seperti ini biasa dilakukan oleh kaum hawa. Anda pasti merasa dilecehkan, marah dan secara langsung dan pasti persepsi serta penilaian  anda terhadap dia akan cenderung  negatif. Contoh tadi adalah hal yang terparah dari cara bersalaman dan saya pernah mengalaminya. Namun yang paling sering saya jumpai adalah genggaman tangan yang tidak erat, bahkan tidak ada sama sekali. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, persis seperti menggenggam ikan mati.Suasana yang terjadi akan berbeda sekali saat anda berjabat tangan dengan orang yang menggenggam erat tangan anda (dengan sewajarnya tentunya) menatap mata anda sambil tersenyum dan mengguncang-guncangkan tangan anda keatas dan kebawah. Mengguncang-guncangkan, itu alasannya mengapa bahasa Inggris bersalaman adalah shake hand . Jika diperlakukan seperti demikian, siapapun pasti akan berpendapat bahwa dia adalah orang yang bersahabat dan punya integritas, profesional.


Satu hal yang perlu diingat namun terkadang malah justru sering dilupakan. Cara berjabat tangan adalah salah satu hal yang diperhatikan seorang interviewer atau pewawancara saat berhadapan dengan kandidat pengisi lowongan pekerjaan dikantornya. Sepele bukan ?, tapi saya tahu ada begitu banyak calon karyawan yang gagal memperoleh pekerjaan hanya karena dianggap orang yang introvert, terutup dan sukar beradaptasi. Dari mana saya tahu ? Saya sering membaca hasil evaluasi wawancara calon karyawan yang ditulis oleh kepala diperusahaan tempat kerja saya dulu. Mereka sudah gagal, bahkan sebelum mereka memperlihatkan kemampuan dan skill mereka. Kenapa ?, karena kesan pertama yang mereka berikan sudah membuat interviewer kehilangan minat atau bahasa gaulnya "ilfil" duluan.


Apabila anda adalah salah satu orang yang memiliki kebiasaan kurang baik seperti ini, cobalah untuk mengubahnya. Latihlah cara bersalaman anda dengan teman atau siapapun yang anda temui. Tidak ada ruginya, justru anda akan memperoleh efek balik yang positif dari orang-orang yang berhubungan dengan anda.

12/09/2009

Open Source ? Kenapa Tidak ?

Open Source ? Kenapa Tidak ?

Beberapa hari yang lalu surat dari atasannya atasan sampai ke tangan saya. Isinya kurang lebih meneruskan instruksi untuk menggunakan software legal terutama yang open source. Tujuannya yang paling utama adalah untuk mengurangi beban belanja kantor. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa maksimal pada akhir tahun 2011 semua komputer di semua instansi  wajib menggunakan software legal.


Bicara soal open source, pastinya akan berbicara soal Linux dan aplikasi-aplikasinya.  Saya pribadi mendukung dan tidak keberatan sama sekali dengan perintah ini. Meski demikian ada beberapa hal yang sedikit mengganjal. Orang Indonesia biasanya terlalu sensitif terhadap perubahan yang mendadak. Bagaimana tidak, anggaplah saat ini anda sudah didoktrin (meskipun secara tidak langsung) dari semenjak anda sekolah untuk menggunakan Windows dan aplikasi-aplikasinya terutama Ms.Office yang begitu vitalnya untuk perkantoran. Tiba-tiba anda diperintahkan untuk segera beralih ke Linux dengan platform yang berbeda sekali. Meskipun ada masa transisi untuk itu, saya yakin akan ditemui banyak kesulitan untuk melaksanakannya secara penuh.


Satu hal yang pasti, bagi mereka yang belum terbiasa atau bahkan belum pernah menggunakan sama sekali, akan membutuhkan waktu untuk belajar lagi dan menyesuaikan diri dengan Linux. Belajar, mungkin bukan masalah besar untuk pegawai yang usianya masih muda. Akan lain halnya dengan sebagian pegawai-pegawai senior (tua) yang sudah agak kesulitan untuk menerima hal-hal baru, apalagi ini tentang komputer, sesuatu yang menurut saya  bukan hal yang begitu penting lagi untuk dipelajari oleh mereka.


Beberapa bulan sebelumnya, komunitas pengguna linux justru telah mengganti Windows XP yang ada di kantor saya dengan Ubuntu 8.04 LTS. Namun apa yang terjadi ?. Pekerjaan kantor justru malah terganggu karena pegawai-pegawainya merasa kebingungan dengan sistem operasi baru mereka. Produktifitas kerja menadi terganggu secara keseluruhan. Tak lama kemudian dengan sangat terpaksa, semua hasil pekerjaan dari komunitas pengguna linux itu harus saya hapus. Untuk komputer yang space harddisknya masih mencukupi akhirnya diakali dengan menjadikannya dual boot linux dan Windows Xp.


Seandainya pemerintah memang benar-benar niat untuk menggalakkan penggunaan software open source bukankah sebaiknya  dilakukan dari sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SLTP atau bahkan SD. Sehingga anak-anak didik sudah terlebih dahulu familiar dengan linux. Apabila dirasa kurang adil terhadap usaha dagang Microsoft, tak ada salahnya juga bila keduanya diajarkan disekolah-sekolah secara bergiliran dan biarkan mereka yang memilih.


Pada akhirnya saya rasa semua tergantung niat, asal dilakukan secara  bertahap dan tidak terburu-buru. Kedua sistem operasi tersebut berikut aplikasi-aplikasinya, yang open source atau closed sorce memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.


Saya teringat pada ucapan salah satu mantan wakil presiden RI yang berkata : "orang Indonesia itu tidak bisa dihimbau, orang Indonesia itu harus dipaksa". Untuk hal ini, saya rasa ucapan beliau ada benarnya.

12/03/2009

Pramugari Oh Pramugari

Beberapa bulan belakangan ini saya lumayan sering menggunakan fasilitas transportasi udara. Entah itu untuk keperluan keluarga atau kepentingan lain.  Naik pesawat sekarang bukanlah sesuatu yang hebat lagi. Tak seperti kenyataan hidup sepuluh atau dua puluh tahun kebelakang saat tiket pesawat merupakan sebuah barang mahal. Secara tidak langsung Adam Air yang merupakan salah satu maskapai penerbangan yang sekarang sudah tidak beroperasi memungkinkan hal ini terjadi. Dan untuk itu, jujur mau tidak mau saya harus berterima kasih.




pramugari

Dengan semakin bertambahnya jumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia, maka kebutuhan akan personil-personil yang bertugas didalamnya juga ikut naik. Termasuk didalamnya tentu saja, para pamugari dan pramugara. Hal ini membuat semuanya menjadi tak begitu mengherankan jika sekarang semakin banyak saja sekolah-sekolah untuk calon-calon pramugari yang iklannya bisa nempel di badan bus kota atau sebagai banner yang menarik perhatian di website-website yang bertebaran di internet.


Pekerjaan yang cukup menjanjikan mungkin buat sebagian orang, meskipun resiko, beban pekerjaan dan tuntutannya lumayan berat. Dengan tubuh yang tinggi semampai dan penampilan yang aduhai tak jarang pekerjaan ini sering ditanggapi miring. Siapa sih yang tidak suka melihat perempuan cantik ? bohong besar kalau ada lelaki yang tidak tertarik kecuali memang dia dari kaum pencinta sejenis.  Dan pada kenyataannya memang kehadiran mereka di pesawat memberi sentuhan sendiri bagi para penumpangnya terutama kaum Adam. Pernah sekali saat saya naik salah satu pesawat salah satu maskapai, saya melihat seorang bapak-bapak memandangi seorang pramugari dengan tampang mesum. Untunglah si pramugari tak melihatnya. Jika tidak, saya tidak tahu apa yang bakal terkadi selanjutnya. Betapa menggodanya penampilan mereka  sampai-sampai majalah yang ada di pesawat khususnya halaman yang ada foto pramugarinya pada hilang semua, disobek dan dibawa pergi.


Satu hal yang saya sorot dari para pramugari-pramugari ini, saya yakin mereka ini pintar dan bersahaja. Tapi entah mengapa, saat berhadapan secara langsung denga penumpang kesannya seolah-olah begitu jutek. Ini  memang disengaja sebagai standard of procedure atau defensive act untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin pernah dialami, saya tidak tahu pasti. Dan satu hal lagi, they speak english well. Tapi terkadang kok kedengarannya aneh dan tidak jelas. Saat memeragakan cara penggunaan sabuk, jaket pelampung dan masker udara, terdengar  bahwa apa yang mereka ucapkan lebih merupakan sekedar hapalan. Seorang penumpang lain yang duduk disebelah saya yang kebetulan WNA bahkan sempat menanyakan pada temannya "Do you understand what she's saying ?" dan temannya cuma tersenyum dan menggelengkan kepala. Jujur saja, suara pramugari dalam bentuk rekaman yang diucapkan dengan tidak terburu- buru justru lebih jelas dan menyenangkan untuk didengar.


Yah, cuma sekedar kritik untuk pramugari oh pramugari.